Potret dengan Gift Lee Bagian 2: Lima Perlengkapan Wajib untuk Fotografi Potret
Fotografi potret menangkap karakter dan individualitas dari subjek Anda. Selain keahlian dan ketekunan berlatih agar berhasil di genre ini, peralatan Anda juga dapat membantu Anda menjadi seorang ahli. Meskipun sebagian besar kamera memungkinkan Anda mengambil foto potret, Anda akan memerlukan perlengkapan yang tepat untuk meningkatkan hasil Anda.
Pembuat konten dan fotografer potret Gift Lee berbagi lima perlengkapan wajib untuk pengambilan foto apa pun:
1. Kamera Full-frame yang Tangguh
Bagi Gift, kamera yang biasa ia gunakan untuk memotret adalah Alpha 7C. Kamera full-frame yang dilengkapi dengan sistem lensa dan kamera yang paling kecil dan ringan ini memungkinkan mobilitas yang lebih baik saat pemotretan. Namun, jangan remehkan ukurannya! Alpha 7C memberikan kualitas gambar yang tajam dengan autofokus yang cepat dan andal serta pemotretan terus-menerus yang cepat—kombinasi tepat jika Anda ingin mengmabil foto candid subjek Anda.
“Saya adalah pengguna setia Advanced Photo System jenis-C (APS-C) hanya karena kamera itu begitu ringan. Jadi, ketika Alpha 7C keluar, ini benar-benar sesuai untuk saya. Kamera ini memiliki kualitas ringan yang serupa dan badan kecil yang dimiliki semua kamera Sony APS-C, tetapi dengan sensor full-frame yang lengkap, menghasilkan hasil yang lebih bagus dengan cahaya rendah, depth-of field, dan secara keseluruhan gambar yang lebih tajam,” ujar Gift. “Saya rasa fitur terbaik dari kamera ini adalah bentuk fisiknya. Kamera ini tidak seperti model full-frame lainnya yang mengintimidasi dan menarik perhatian.”
2. Lensa Tetap
Lensa tetap memberikan focal length yang tetap dengan pengaturan aperture yang lebar. Hal ini biasanya disukai oleh para pembuat film dan fotografer yang lebih menyukai depth-of field yang tidak terlalu dalam, yang membantu mengisolasi subjek dari latar belakang yang buram. Kamera ini juga memberikan fleksibilitas yang lebih baik untuk pemotretan dengan cahaya rendah karena kamera memungkinkan tingkat ISO yang lebih rendah. FE 35mm F1.4 GM (SEL35F14GM) adalah pilihan lensa tetap Gift untuk pengambilan foto potret.
“Saya selalu menyukai FE 35mm F1.4 GM dan keserbagunaannya. Lensa ini bekerja bagus untuk menangkap potret di beberapa lingkungan. F1.4, yang merupakan lensa GM, menghasilkan bokeh yang sangat indah dan bekerja sangat bagus dalam kondisi pencahayaan rendah,” katanya.
3. Lensa Zoom
Sebaliknya, focal length dapat berbeda di berbagai lensa zoom. Anda dapat menyesuaikan lensa zoom secara manual untuk fokus pada subjek tertentu dari berbagai jarak, mulai dari pemotretan close-up hingga pengambilan foto potret yang berfokus pada lokasi. Keserbagunaan ini memungkinkan pemotretan artistik yang luas, dengan tetap memastikan resolusi yang tajam untuk zoom digital pasca-pemotretan. Gift biasanya membawa FE 24-70mm F2.8 GM (SEL2470GM) selama pengambilan foto potret.
“Jika ruangnya cukup terbatas, dan saya tidak bisa banyak bergerak, saya menggunakan FE 24-70mm F2.8 GM, lensa zoom yang memungkinkan saya menyesuaikan frame dan komposisi dengan cepat tanpa perlu terlalu banyak bergerak. Focal length 24mm sangat baik digunakan di tempat sempit, sementara 70mm bagus jika Anda ingin menciptkana gambar yang sedikit terkompresi, dan tampak jauh,” cerita Gift.
4. Tripod yang Kuat
Jika Anda melakukan pemotretan potret di lokasi, terutama dengan cahaya alami, tripod dapat sangat mengubah pengalaman Anda. Alat ini tak hanya mencegah buram karena pergerakan kamera, tetapi juga dapat menangkap gambar dengan lebih tajam pada kondisi pencahyaan rendah. Hal ini merupakan solusi yang bagus untuk mengunci fokus pada subjek foto Anda dengan lebih baik sementara tetap membuat Anda bisa berinteraksi dengan model Anda. Untuk memastikan adanya stabilitas dan keseragaman pada fotonya, Gift memasukkan tripod yang kuat dalam perlengkapan wajib untuk sesi pemotretannya.
Jika Anda mencoba untuk bereksperimen dengan teknik fotografi potret, tripod dapat menjadi teman Anda yang terbaik! Ingin mencoba kecepatan shutter yang rendah untuk jejak cahaya yang indah? Tripod yang kuat dapat membantu Anda mencapai semua ini!
5. Baterai dan Kartu SD Cadangan
Pengalaman telah mengajarkan Gift untuk selalu menyiapkan diri dengan baik sebelum menjalani sesi pemotretan. Ukuran foto dan daya kamera Anda akan sangat banyak digunakan, jadi sebaiknya Anda membawa kartu SD dan baterai cadangan yang terisi penuh untuk memastikan Anda tidak mengalami kehabisan selama sesi pemotretan.
Tip khusus: direkomendasikan untuk mencadangkan file di komputer atau hard drive Anda secara teratur. Dengan begitu Anda dapat menggunakan ulang kartu memori sesering mungkin, selain itu, memiliki beberapa kartu SD yang penuh setelah setiap kali pemotretan bukan merupakan hal yang praktis atau ideal.
Selain perlengkapan wajib, Gift juga memiliki elemen rahasia yang suka ia bawa saat pemotretan, yaitu—teman-temannya!
“Selain perlengkapan, adanya teman bersama saya selalu menjadi hal yang penting. Menurut saya memiliki teman tak hanya membuat pengalaman menjadi lebih asyik, tetapi juga membantu saya menemukan tempat cantik yang mungkin saya lewatkan kalau tanpa teman,” ujar ia dengan penuh semangat.
Tip Cepat untuk Pemula
Untuk Gift, membuat konsep pengambilan foto potret harus dimulai dengan memutuskan apakah ini akan menjadi pemotretan yang berfokus pada model atau model dalam pemotretan lingkungan. Dari sini, akan lebih mudah untuk memutuskan sisa pemotretan. Berikut adalah tip cepatnya untuk pemula:
-
Jika Anda lebih menyukai foto yang berfokus pada model, menggunakan aperture terlebar (F1.4-F2.8) adalah cara mudah untuk menciptakan lebih banyak bokeh di latar belakang dan memusatkan lebih banyak perhatian ke model, yang menurut saya secara pribadi lebih menyenangkan secara visual.
-
Jika ini adalah pemotretan dengan model di dalam lingkungan, sedikit memperkecil aperture ke F4-F8 akan lebih baik karena hal ini akan memberikan fokus kepada model dan sekelilingnya.
-
Jika melakukan pemotretan di siang hari, gunakan ISO setinggi mungkin agar gambar menjadi tajam dan jernih. Lalu sesuaikan kecepatan shutter untuk mengontrol banyaknya cahaya yang akan masuk ke lensa.
-
Sementara itu, jika melakukan pemotretan di malam hari, gunakan aperture terlebar untuk menangkap sebanyak mungkin cahaya. Putar ISO antara 2500-3200 tetapi cobalah untuk tidak berlebihan guna menghindari terlalu banyak noise.
-
Jika kamera digenggam, kecepatan shutter harus setara atau lebih cepat dari focal length (Kecepatan shutter = 1/focal length) untuk menghindari buram pada gambar.
-
Jika Anda ingin mendapatkan foto yang lebih dinamis atau terlihat alami, cobalah mengambil gambar dengan mode pemotretan Hi/Continuous sementara meminta model untuk terus bergerak. Teknik ini dapat memberikan Anda foto yang alami dan menarik dari metode ini.