Unggulan

Potret dengan Gift Lee Bagian 1: Pergi ke Berbagai Tempat, Menyempurnakan Potret

by Gift Lee

Article Categories

Banyak ahli fotografer yang mengambil fotografi potret sebagai profesi dan menjadikan keberhasilan untuk menangkap wajah kemanuasian dan mengungkapkan emosi asli sang subjek sebagai suatu misi. Meskipun bukan merupakn subjek dari suatu potret, lokasi memerankan peran penting dalam menyampaikan dan memperkuat emosi dalam potret. Hari ini, Gift Lee akan membawa kita dalam perjalanan ke berbagai lokasi untuk berbagi cara memilih tempat yang tepat untuk pengambilan foto potret yang terbaik. 

Alpha 7 IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 64mm | F2.8 | 1/400 sec | ISO 100

Mood Board dan Model  

Tidak seperti fotografer lainnya, proses brainstorming sebelum pemotretan sering kali berjalan lancar untuk Lee. Terkadang, ia memulai dengan suatu konsep di benaknya, dan terus menyesuaikan ide ini selama pencarian model dan lokasi. Di waktu lain, riset tersebut mengisnpirasi ide baru untuk pemotretan. Apa pun sumber inspirasinya, Lee akan memvisualisasikan ide ini dalam mood board atau naratif. Lee juga akan melihat lokasi di Instagram atau Google Street dalam pencarian lokasi terbaik pemotretan berikutnya atau cukup menyesuaikan pemotretan berikutnya.  

"Saya melihat desain, dekorasi, dan skema warna lokasi lalu melihat bagaimana hal ini akan masuk dalam mood board saya. Di waktu lain, riset menjadi inspirasi untuk proyek-proyek berikutnya atau pengetahuan tentang cara mengatasi batasan. Namun, saya merekomendasikan untuk tidak bersikap kaku. Fotografer yang baik selalu siap untuk berubah dan menyesuaikan dengan keadaan. Fotografer perlu menyeimbangkan antara rencana kerja dan, di kesempatan lain, mengikuti alur untuk mencapai hasil yang terbaik," ujar Lee. 

Alpha 7 IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 70mm | F2.8 | 1/30 sec | ISO 125

"Saya selalu membuat daftar berapa banyak foto yang akan saya ambil, jenis foto, ruang dan ukuran lokasi, pemilihan model dan pakaian yang sesuai dengan suasana lokasi. Saya akan mencari gambar referensi dan gaya yang menarik bagi saya – dan memasukkan semuanya ke dalam mood board," ujar Lee.   

Ketika bekerja untuk berbagai merek atau perusahaan, Lee memilih model profesional untuk pemotretan, karena menurut ia para model lebih mudah diarahkan. "Model profesional yang berpengalaman menghemat waktu saya, karena mereka mudah diatur. Jika saya tidak memiliki penata rambut, saya akan langsung bekerja dengan sang model. Saya mendandani model dengan pakaian menggunakan gambar referensi dan pakaian dari halaman Instagram sang model. Sejauh ini hal ini mendukung pemotretan!" tambah Lee. Untuk membantu menciptakan lingkungan pemotretan yang lebih nyaman, Lee juga terus memberikan dukungan dan afirmasi yang positif saat pemotretan. 

Candid di Kafe  

Jika terkait dengan lokasi, Lee memprioritaskan kenyamanan dan kesenangan sebagai seorang fotografer. "Saya lebih memilih ruang umum seperti kafe yang memberikan suasana nyaman seperti rumah. Kafe juga biasanya didesain dan tertata dengan baik, memberikan tampilan yang unik yang menjadi peluang bagus untuk selfie dan fotografi. Setiap orang menginginkan gambar yang indah dengan latar belakang yang bagus dan studio dapat menjadi mahal untuk banyak orang yang memilih foto sebagai hobi mereka," tambah Lee. 

Alpha 7 IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 43mm | F2.8 | 1/125 sec | ISO 125

Meskipun Lee menyukai pemotretan di kafe, ia mengakui bahwa ada beberapa hambatan di tempat-tempat tersebut. "Kita harus bersikap santun ketika mengambil foto di ruang umum. Semakin besar kafenya, pemotretan akan semakin tidak mengganggu. Kafe menjalankan bisnis, dan jika kita bersikap mengganggu, kita mungkin akan dilarang melakukan pemotretan lagi," ungkap Lee.  

Meskipun terdapat hambatan, Gift Lee menemukan cara untuk menghindari hambatan ini. "Penting untuk memilih waktu yang tidak terlalu ramai, sehingga Anda dapat benar-benar memanfaatkan ruangan di kafe tersebut. Anda dapat memilih untuk melakukan pemotretan di luar jam sibuk atau menghindari ruang umum selama akhir pekan karena biasanya akan ramai. Idealnya pemotretan dilakukan di pagi atau sore hari, di mana cahaya alami lebih bagus untuk fotografi secara umum. Jendela dan cahaya alami juga menjamin potret menjadi cerah dan lebih hidup. Saya bahkan akan mengambil foto dengan mode Hi-Continuous untuk mendapatkan tampilan yang lebih alami dan tidak animasi," ujar Lee.   

Potret Arsitektur, Luar Ruang dan Airbnb

Selain kafe, Lee juga suka mengambil potret di dalam ruang di lokasi Airbnb yang bagus. Menurutnya, "Beberapa Airbnb sangat indah, dan interiornya dapat menjadi alternatif yang bagus selain kafe. Sayangnya, ini tidak semurah harga secangkir kopi, tetapi tentunya lebih murah daripada menyewa studio. Selain itu, sisi positifnya adalah Anda dapat sekalian berlibur setelah pemotretan!" 

"Tempat yang hijau, arsitektur yang keren dan ruang terbuka seperti kampus juga bagus untuk potret. Lokasi-lokasi tersebut biasanya memiliki banyak elemen arsitektur yang sempurna untuk bermain komposisi, dan cahaya latar belakang dapat menghasilkan bokeh yang luar biasa. Jika saya menginginkan tampilan yang lebih kelam dan suram, saya akan mencari lokasi dengan skema warna yang lebih gelap dan jendela yang terbatas. Untuk suasana yang riang dan ringan, saya lebih memilih lokasi dengan banyak jendela dan warna yang cerah," tambah Lee. 

Alpha 7 IV | FE 35mm F1.4 GM | F2.0 | 1/80 sec | ISO 125

Namun pemotretan potret tidak terbatas untuk dilakukan di siang hari. Untuk Lee, pemotretan potret dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, bahkan di malam hari. "Jalan kecil dan gang yang tidak begitu ramai selalu menjadi tempat tujuan saya di malam hari karena efek depth-of-field yang dihasilkan lampu jalanan. Inilah mengapa, memilih lokasi yang tepat dapat membantu membuat potret Anda menonjol dari yang lain," ujar Lee penuh semangat. 

Ketika kembali ke depan komputer, ia akan mengedit untuk menonjolkan gambarnya, jadi ia dapat membuat potret yang dihasilkannya unik. "Saya akan melihat-lihat gambar-gambar saya dan menilai paling tidak dua kali sebelum membuat pilihan akhir. Saya akan mulai dengan penyesuaian mendasar seperti kecerahan, kontras, highlight dan bayangan - tergantung pada mood dan latar belakang yang ingin saya capai. Selanjutnya, saya akan mengatur warna atau bahkan menerapkan pewarnaan atau gradasi warna untuk bereksperimen dengan mood foto tersebut. Warna yang tersaturasi secara berlebih akan dikurangi, dan saya akan mengakhiri sesi dengan mengutak-atik warna kulit," ujar Lee. 

Alpha 7 IV | FE 24-70mm F2.8 GM | 62mm | F2.8 | 1/125 sec | ISO 100

Meskipun Gift masih menyukai pemotretan di kafe, Lee juga menyukai potret studio. "Potret lokasi dan potret studio memiliki kelebihannya masing-masing. Di studio, fotogarfer memiliki kontrol penuh atas setiap elemen foto, mulai dari tata letak furnitur hingga pencahayaan - tanpa campur tangan dari luar. Dan karena Anda memiliki kontrol atas pemotretan tersebut, pekerjaan pasca-produksi juga akan berkurang. Namun, hal ini dapat sulit dicapai dengan anggaran yang terbatas, bagi saya, hal ini saja membuat pemotretan lokasi menjadi pilihan utama. Anda dapat selalu mengatasi tantangan di lokasi, tetapi anggaran yang kecil berarti Anda menghadapi lebih banyak batasan," ujar Lee. 

Article Theme

We would like to request access to your Geolocation to provide you with a customised experience. Please know that you can withdraw your consent at any time via your browser settings.